Rentra`s Blogger

Rentra`s Blogger Game Blog | Created By Rentra Ketua GUILD HanseK BOI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

Pengikut

About Me

Foto Saya
purwodadi, semarang,jawa tengah, Indonesia
Saya ingin membuat sesuatu yang belum pernah ada

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Sabtu, 29 Oktober 2011

Bab 3


BAB III

3.1. Difinisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3.1.1. Pengertian Kesehatan Kerja
           
Upaya-upaya yang ditujukan untuk memperoleh kesehatan yang setinggi-tingginya dengan cara mencegah dan memberantas penyakit yang diidap oleh pekerja, mencegah kelelahan kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

3.1.2. Pengertian Keselamatan Kerja
           
            Upaya-upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja; menjaga keselamatan orang lain; melindungi peralatan, tempat kerja dan bahan produksi; menjaga kelestarian lingkungan hidup dan melancarkan proses produksi.

3.1.3. Berdasarkan Filosofi
           
            Filosofi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu Pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja dan  manusia pada umumnya, baik jasmani maupun rohani, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil, makmur dan sejahtera.















3.1.4. Berdasrkan Keilmuan

            Suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam upaya mencegah kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran, penyakit, dan lain-lain.

3.1.5. Berdasarkan Para Ahli

  1. Mangkunegara (2002), Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

  1. Mathis dan Jackson (2002), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.

  1. Menurut Ridley, John (1983), mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut.

  1. Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja .












3.2. Sejarah Perkembangan K3

            Pada abad 18, bernadio Ramazini (1664-1714) dalam bukunya : discurse on the diseases of workers. Mengenai kaitan anayat penyakit yang diderita oleh pasien dengan pekerjaannya.
           
Era Revolusi industri (Traditional Industrialization) beberapa perubahan yang terjadi di dunia pda saat itu turut mempengaruhi perkembangan K3.

Perubahan yang mendasar dalam sistem pekerjaan diantaranya : pergantian tenaga hewan dengan mesin, tenaga manusia dengan mesin, timbulnya jenis bahaya baru
Era industrialisasi (modern Industrialozation), penggunaan teknologi berkembang, berkembangnya Alat Pelindung Diri (APD).

Era perkembangan manajemen, sejak tahun 1950-an sampai sekarang. Teori dari Heinrich, Frank Bird. 

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Pasal 23 dinyatakan bahwa upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diselenggarakan di semua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit atau mempunyai karyawan paling sedikit 10 orang.

Jika memperhatikan isi dari pasal di atas maka jelaslah bahwa Rumah Sakit (RS) termasuk ke dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya terhadap para pelaku langsung yang bekerja di RS, tapi juga terhadap pasien maupun pengunjung RS. Sehingga sudah seharusnya pihak pengelola RS menerapkan upaya-upaya K3 di RS. Potensi bahaya di RS, selain penyakit-penyakit infeksi juga ada potensi bahaya-bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di RS, yaitu kecelakaan (peledakan, kebakaran, kecelakaan yang berhubungan dengan instalasi listrik, dan sumber-sumber cidera lainnya), radiasi, bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-gas anastesi, gangguan psikososial dan ergonomi. Semua potensi bahaya tersebut di atas, jelas mengancam jiwa dan kehidupan bagi para karyawan di RS, para pasien maupun para pengunjung yang ada di lingkungan RS. Hasil laporan National Safety Council (NSC) tahun 1988 menunjukkan bahwa terjadinya kecelakaan di RS 41% lebih besar dari pekerja di industri lain. Kasus yang sering terjadi adalah tertusuk jarum, terkilir, sakit pinggang, tergores/terpotong, luka bakar, dan penyakit infeksi dan lain-lain.




3.3. Latar Belakang Pelakasanaan K3

·         Sebagai salah satu upaya untuk menjaga dan memenuhi HAM (Sehat dan Selamat)
·         Upaya pemenuhan aspek legal baik nasional maupun internasional 
·         Salah satu upaya dalam efisiensi biaya (Cost efefctiveness)

3.4. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3.4.1 Secara Universal

  1. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
  2. Mencegah agar kecelakaan yang serupa tidak terulang kembali (repeated accident).
  3. Menjamin pekerja dapat mengembangkan potensinya sesuai harkat dan martabatnya sbg manusia.








3.4.2. Undang-undang No. 1/1970

  1. Agar setiap tenaga kerja dan orang lain yg berada di tempat kerja terjamin     keselamatannya.
  2. Agar proses produksi tetap berjalan dg lancar
  3. Agar setiap tenaga kerja dapat meingkatkan produksi kerjanya dan meningkatkan produktivitas perusahaan.


3.4.3. Menurut Para Ahli

3.4.3.1.   Tujuan hyperkes dapat dirinci sebagai berikut (Rachman, 1990) : 

a.       Agar tenaga kerja dan setiap orang berada di tempat kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat
b.      Agar sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan.

3.4.3.2.   Menurut Mangkunegara (2002).
             
a.             Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis.
b.             Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin.
c.             Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya.
d.            Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai.
e.             Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja.
f.             Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja.
g.            Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja
  

BAB 1 2

SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN KERJA (K3)

LAPORAN

Disusun sebagai petanggungjawaban dalam melaksanakan Praktek Kerja Industri














Oleh:
RENTRA RAMADITA
NIS: 0810086


KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK MESIN PRODUKSI
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7SEMARANG
2011




LEMBAR PENGESAHAN INDUSTRI



Laporan dengan judul Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ditulis oleh Rentra Ramadita ini telah diperikasa oleh Pembimbing Lapangan dan telah disahkan oleh ………..

Pada Tanggal              : 31 Desember 2011
                                    Di                                : Semarang


Pembimbing,



AGUS HIDAYAT



PT. AMARTA KARYA (Persero)




Rukhiyat Mulyadi
Kep. Bag 1 Semarang







LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH



Laporan dengan judul Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ditulis oleh Rentra Ramadita ini telah diperikasa oleh Guru Pembimbing dan telah disahkan oleh Sekolah.

                                           Pada Tanggal               : 02 Januari 2012
                                           Di                                 : Semarang



   Ketua Kompetensi Keahlian,                                                          Guru Pembimbing,



               Drs. Harto                                                                       Yudhi Prasetya, S.pd



Kepala SMK Negeri 7 Semarang,




Drs.EDI DRAJAT WIARTO, M.Pd.
NIP. 196109251988031007






KATA PENGANTAR


          Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan laporan inidengan baik. Selama melaksanakan Praktek Kerja Industri maupun proses penyususunan laporannya, Penulis mengalami berbagai kendala dan hambatan, namun berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada akhirya penulis dapat mengatasinya. Maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada :
1.         Kepala Bagian Produksi Semarang, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri.
2.         Kepala SMK N 7 Semarang, yang telah memberi ijin kepada penulis untuk melaksankan Praktek Kerja Industri.
3.         Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan, yang selalu memberikan motivasi dan pengarahannya kepada penulis selama melaksanakan Praktek kerja Industri maupun selama penyusunan Laporan.
4.         Semua pihak yang telah membantu penulis, baik secara langsung maupun tidak langsung.
            Penulis menyadari bahwa Laporan ini masih terdapat kekurangannya, maka dari
itu segala kritik dan saran yang membangun akan diterima dengan senang hati.
            Semoga Laporan yang sederhana ini bermanfaat bagi almameter, Civitas SMK Negeri 7 Semarang, maupun para pembaca pada umumnya.

Semarang,…… Januari 2012



            Rentra Ramadita


BAB I
PENDAHULUAN


1.1.Latar Belakang Praktek Kerja Industri

Latar belakang penulis melakukan praktek kerja industri adalah kewajiban yang harus penulis kerjakan karena penulis sudah memasuki semester ke-7 atau kelas 4 ( empat ). Kewajiban tersebut diberlakukan sebagai kebijaksanaan dari “link and match” dalam prosesnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu di sekolah dan di sunia usaha / industri ( DU / DI ).

Prakerin juga dilaksanakatan dalam rangka peningkatan mutu tamatan SMK Negeri 7 Semarang guna mencapai tujuan relevansi pendidikan sebagai tuntutan kebutuhan kerja setelah lulus dari SMK Negeri 7 Semarang
.
1.2.Tujuan Praktek Kerja Industri

Tujuan penulis melaksanakan praktek kerja industri adalah :
1.      Agar penulis mampu mengenal lingkungan dan manajemen kerja secara langsung.
2.      Agar penulis dapat Menerapkan keprofesionalan dalam dunia kerja.
3.      Agar penulis dapat berkembang setelah menerima teori kejuruan yang telah diterima di sekolah.

1.3. Tujuan Penulisan Laporan
         
   Dalam melaksanakan program semester tujuh siswa tidak hanya melaksanakan praktek kerja industry, namun juga memiliki tugas lain yaitu membuat laporan berkaitan dengan pendidikan.

Adapun tujuan pembuatan laporan yaitu sebagai berikut:
a)      Melaporakan semua kegiatan yang dilakukan siswa selama bekerja di industry.
b)      Melaporkan semua data-data yang diperoleh di industry selama praktek industry
c)      Sebagai salah satu syarat kelulusan di SMK Negeri 7 (STM Pembangunan)                                       Semarang
d)     Untuk mendokumentasikan pengetahuan yang telah diperoleh dari industry agar bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.

1.4. Alasan Pemilihan Judul

Penulis memberi judul “Sistem Manajemen K3 (SMK3)“ karena dalam kegiatan prakerin penulis belajar dan bekerja bagaimana mengembangan, menerapan, mencapai, mengkaji dan memelihara kewajiban K3, dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produkatif.

1.5. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah yang penulis laporkan adalah bagaimana meminimal mungkin kecelakaan kerja. Pembatasan masalah diberlakukan karena sebagai ruang lingkup penjelasan yang ada di dalam laporan ini. Pembatasan masalah juga di berlakukan karena untuk membatasi maksud dan hal yang bertentangan.

1.6. Metode Pengumpulan Data

Dalam membuat laporan prakerin ini penulis menggunakan beberapa metode untuk menyusunnya menjadi sebuah laporan. Berikut beberapa metode pengumpulan data yang penulis gunakan :




·            Metode Observasi Parsitipatip

Penulis menggunakan metode ini dengan cara melakukan pengecekan.setiap hari di area kerja Workshop sesuai Sistem Manajemen K3.
·            Metode Dokumentasi

Penulis sengaja mendokumentasikan supaya memudahkan pembaca untuk lebih memahami Sistem Manajemen K3.

·            Metode Demontrasi

Penulis melakukan metode demontrasi ini supaya lebih memahami Sistem manajemen K3 (SMK3).
        Metode ini menggunakan media internet dan dari buku – buku bacaan mengenai routerisasi karena mudah untuk dipelajari dan dipahami untuk memulai pembuatan laporan.

·            Metode literatur

Metode literarur yang digunakan penulis dengan mengumpulkan dan membaca beberapa pokok bahasan di dalam buku peraturan menteri republik indonesia tentang Sitem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

·            Metode Interview

Metode interview memudahkan penulis dalam memahami bacaan dan media tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3) dengan cara tanya jawab dengan pebimbing.
        Metode ini dilakukan karena penulis sadar betul belum mampu mengerjakan tanpa bimbingan dan arahan dari berbagai pihak.

1.7. Sistematika Penulisan Laporan
          
  Laporan praktek kerja industri ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
   
 BAB I PENDAHULUAN
Bab I berisi tentang tinjauan pembuatan laporan. Berisi tentang latar belakang penulis melakukan prakerin dan pembuatan laporan, alasan penulis memilih judul laporan dan pembatasan masalah tentang judul laporan.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
Bab II berisi tentang tinjauan instansi yang penullis tempati sebagai tempat prakerin. Struktur manajemenisasi di instansi dan berisi tentang lokasi instansi.

BAB III TINJAUAN TEKNIK
          Bab III berisi tentang dasar-dasar

BAB IV SISTEM MANAJEMAN K3
       Bab IV berisi tentang pembahasan tentang struktur, organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian. Pengkajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

BAB V PENUTUP
       Bab V berisi tentang kesimpulan laporan dan beberapa saran dan kritik dari penulis

LAMPIRAN
            Di halaman lampiran ini berisikan catatan dari penulis selama prakerin dan sertifikat dai industri



BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN / INDUSTRI

2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan

PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan bermula dari penggabungan dua perusahaan di Semarang yaitu N.V Lindeteves Stokvis dan Fa.De Vries Robbe dan menjadi satu dengan nama N.V Construtic Werk Piaatsen De Vries Robbe Lindeteves disngkat dengan Robbe Linde & Co. yang bergerak dalam bidang fabrikasi konstruksi baja. Produk yang dihasilkan antara lain peralatan pertanian seperti cangkul, sabit, roda bajak, dan lain-lain.

Pada tahun 1962 perusahaan dinasionalkan menjadi di nasionalisasikan menjadi perusahaan negara dengan nama P.N Amarta Karya dengan bidang usaha yang sama. Pada tahun 1972 status P.N Amarta Karya diubah menjadi perusahaan perseroaan (persero). PT Amarta Karya yang berkedudukan di Jakarta. Sejak saat itu perusahaan meluaskan bidang usahanya ke bidang kontruksi sipil, elektrikal, dan mekanikal. Disamping konstruksi baja yang sejak awal sudah merupakan core business-nya.
 Departemen Pekerjaan Umum (DPU) mengarahkan agar PT Amarta Karya memfokuskan diri dalam bidang usaha fabrikasi peralatan dan konstruksi baja yang sudah menjadi ciri khas PT Amarta Karya. Dalam upaya memenuhi kepuasan pelanggan, maka PT Amarta Karya melakukan Rekonstrukturisasi di berbagai aspek perusahaan seperti, sumber daya manusia, peralatan, system manajemen mutu dan mendapatkan sertifikasi ISO 14001:2004/ SNI 19-14001:2005 pada bulan Juli 2005.







2.2.   Bidang Usaha

PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang mempunyai bidang usaha pokok yaitu fabrikasi konstruksi yang berfokus pada konstruksi baja dan peralatan. Bidang konstruksi baja yang telah dilaksanakan oleh PT Amarta Karya (Persero) antara lain:    

1. Struktur Jembatan dan Perlengkapan Jalan

Proyek-proyek yang berhubungan dengan struktur jembatan dan perlengkapan jalan antara lain:

-          Jembatan Rangka Baja
-          Jembatan Gantung
-          Guard Rail
-          Deck Plate Jembatan

2. Struktur Bagunan dan Sarana Pemukiman

Proyek-proyek yang berhubungan dengan struktur bangunan dan sarana pemukiman antara lain:

-          Hangger
-          Bangunan Pabrik dan Gudang
-          Rangka Baja Masjid
-          Instalasi Pengolahan Air (IPA)
-          Rangka Baja Rumah Sangat Sederhana





3. Struktur Bangunan Air dan Energi

Struktur Bangunan Air dan Energi yang dihasilkan antara lain:

-          Pintu Air Sorong
-          Pintu Air Radial
-          Pipa Pesat Baja untuk PLTA
-          Aquaduck untuk saluran primer irigasi
-          Waduk


2.3. Lokasi Perusahaan

PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang  sebagai perusahaan fabrikasi konstruksi baja terletak di:

1. Lokasi                     : Jalan Mpu Tantular No. 36-52 Semarang

2. Luas Area                : 23.425m2

3. Kantor                     : 925m2

4.Workshop                 : 14.675m2







2.4 Struktur Organisasi

“Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, menggelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas dan pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efesien (T. Hani Handoko, 1995:168)”. Struktur organisasi adalah gambaran secara tentang hubungan kerjasama dan orang-orang yang terdapat dalam suatu badan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang sama.


Struktur organisasi PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang berbentuk piramid dengan menggunakan struktur garis. Individu-individu dalam departemen mempunyai hubungan pelaporan dan kewenangan apabila berada dalam satu garis sruktural sehingga kesatuan perintah akan dapat terjamin dengan baik. Gambar struktur organisasi PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabriksasi dan Peralatan Semarang dapat di lihat di gambar.

2.5. Tugas dan Wewenang

Setiap bagian yang ada di dalam struktur organisasi, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian adalah sebagai adalah sebagai berikut:


2.5.1. Kepala Divisi Fabrikasi Semarang

a.       Mengadakan pembagian tugas di Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang
b.      Menentukan kebijakan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang sesuai dengan kebijakan yang di tetapkan kantor pusat.
c.       Bertanggung jawab atas kekayaan Divisi Fabrikasi dan Peralatan dan Pelaksanaan ISO 14001:2004 di lingkungan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
d.      Mengatur agar operasi Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang berjalan dengan baik dan lancer.

2.5.2. Bagian Administrasi dan Keuangan

a.       Membantu Kepala Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dalam menyusun dalam menyusun RKAT.
b.      Merencanakan, Melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pelatihan..
c.       Mengatur dan membayar biaya operasional Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
d.      Melaksanakan pembukuan transaksi keuangan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang secara akurat dengan program GL akutansi dan back up disampaikan ke kantor pusat pada tanggal 10 setiap bulannya.
e.       Membuat berita acara opname kas Divisi Fabrikasi Semarang secara priodik untuk dilaporkan ke kantor pusat dan mengendalikan rekaman mutu dengan kegiatannya.
f.       Menyetujui dan menolak permohonan dana dari staf-staf Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
g.      Membentuk tim dibidangnya dan bertindak sebagai fasilisator dalam rangka program tindakan dan pencegahan.

h.      bertanggungjawab atas masalah-masalah personalia dan umum, biaya pelaksanaan overhead pabrik, pembukuan transaksi operasional divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dan Proyek-proyek dengan akurat dan tepat, terjaminnya waktu penyampaian berkas tagihan, realisasi pembayaran Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dan pelaksanaan ISO 14001:2004 difungsi kerjanya.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan membawahi tiga Sub Bagian yaitu Sub Bagian Umum, Sub Bagian Pengendalian Biaya,dan Sub Bagian Akutansi dan Keuangan. Sub-sub Bagian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

2.5.2.1. Bagian Personalia dan Umum

a.       Melakukan analisa dan evaluasi kebutuhan pelatihan karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b.      Menangani Kesekretariatan berupa surat menyurat dan pelayanan telepon, internet, facsimile, alat komunikasi, administrasi datasering, cuti karyawan, perjalanan dinas, dan memonitor waktu pelaksanaan.
c.       Membuat surat panggilan tes, melaksanakan seleksi awal dan atas permintaan Biro Personalia dan Umum (BPU) membuat surat panggilan masuk kerja, mengusulkan pengangkatan serta pemberhentian pegawai, daftar gaji pegawai termasuk PPh pasal 21, premi asuransi dan membuat laporan personalia ke kantor pusat untuk setiap bulan pada tanggal 10.
d.      Mengatur penggunaan kendaraan dinas dan fasilitas umum lainnya serta mengurus biaya-biaya yang menjadi kewajiban perusahaan.
e.       Melaksanakan pengurusan surat-surat izin untuk perusahaan ke intansi terkait.
2.5.2.2. Bagian Akutansi dan Keuangan

a.       Melakukan monitoring dan tanggungjawab pada Bank, membuat Rekonsilisasi, menyimpan dana kas dana kas dan bank secara cermat serta aman.
b.      Mencatat saldo kas dan Bank setiap hari sehingga posisi keuangan dapat dimonitor setiap saat, melakukan verifikasi bukti-bukti pembayaran kepada sub kontraktor dan rekanan.
c.       Membuat kartu persediaan dan melakukan opname fisik minimal satu kali setahun dan melaksanakan pemindahan dana dari Divisi Semarang ke kantor pusat sesuai aturan yang berlaku.
d.      Mengendalikan biaya-biaya tetap sesuai dengan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan) dan membuat laporan keuangan bulanan.
e.       Menyiapkan dokumen prakualifikasi/ tender yang menyangkut bidang keuangan bila di minta.

2.5.2.3. Bagian Pengendalian Biaya

a.       Mengendalikan biaya berdasarkan RKAT dan membuat laporan manajemen setiap bulan sekali.
b.      Memonitor jumlah peralatan/ mesin yang dipakai pada tiap-tipa proyek, menyiapkan data untuk keperluan RKAT dan mengendalikan biaya-biaya tetep sesuai dengan RKAT.








2.5.3 Kepala Bagian Operasi

a.       Memimpin dan mengelola jalannnya produksi mulai dari bahan mentah sampai barang jadi.
b.      Melakukan perencanaan atas produk yang akan dibuat dan bertanggungjawab atas penggunaan alat/mesin produksi.
c.       Mengkoordinasi pelaksanaan pengadaan barang untuk keperluan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dan pengembangan produk perusahaan.
d.      Bertanggungjawab atas kelancaran dan keberhasilan tugas yang dibebankan kepada bagian pengadaan dan inventori control dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan ISO 9001 di unit kerjanya.

Kepala bagian operasi membawahi empat Sub Bagian Produksi, yaitu Sub Bagian Maintance, Sub Bagian Perencanaan Pelaksanaan dan Produksi dan Bagian Pengadaan dan Inventory control. Sub-sub tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

2.5.3.1. Ka.Sub. Bagian Produksi

a.       Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan proses fabrikasi sesuai dengan job order yang diberikan oleh bagian perencanaan produksi, mutu fabrikasi, jadwal fabrikasi yang diberikan oleh perencanaan produksi dan jadwal penggunaan tenaga kerja dan alat/ mesin yang diajukan oleh perencanaan produksi.
b.      Membuat laporan harian produksi dan progress mingguan fabrikasi.







2.5.3.2 Ka.Sub.Bagian Perencanaan, Pelaksanaan, dan Produksi

a.       Merencanakan lay out mesin sesuai dengan jenis proyek.
b.      Menentukan jumlah kebutuhan dan spesifikasi bahan baku dan bahan supplies, jumlah kebutuhan alat/ mesin dan tenaga kerja produksi, kebutuhan biaya overhead pabrik dan jadwal penggadaan bahan baku dan bahan supplies.
c.       Bertanggungjawab dalam pembuatan job order dan progress proyek.
d.      Membuat jadwal pengadaan mesin/ alat, jadwal pelaksanaan fabrikasi dan jadwal pengiriman barang.


2.5.3.3. Ka.Sub. Bagian Maintenance

a.       Pelaksanaan Lay out mesin sesuai dengan yang direncanakan oleh perencanaan produksi, bertanggungjawab atas perawatan dan perbaikan mesin/ alat produksi.
b.      Bertanggungjawab dalam penanganan bahan, barang, dalam proses dan barang jadi.


2.5.3.4. Ka.Sub. Bagian Pengadaan dan Inventory Control

a.       Mengevaluasi stock bahan baku dan bahan supplies di gudang.
b.      Bertanggungjawab terhadap pengadaan, spesifikasi dan jadwal kedatangan bahan supplies yang diajukan oleh perencanaan produksi dan pengendalian bahan, pengiriman barang jadi ke pihak pemberi kerja/ pemesan.
c.       Melakukan evaluasi terhadap sub kontraktor dan rekanan/ supplier dan memuat daftar rekanan terseleksi.


2.5.4 Kepala Bagian Quality Assurance/ Quality Control

a.       Melakukan pengawasan terhadap kualitas produk yang dihasilkan, perencanaan untuk menentukan langkah-langkah dalam memperlancar proses penyelenggaraan sitem ISO 14001:2004 di Divisi Kerja Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
b.      Bertangungjawab atas hasil dari pemeriksaan barang yang datang, barang dalam proses dan barang jadi.
c.       Memberikan evaluasi terhadap hasil dari pelatihan keselamatan kerja karyawan di lingkungan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.

Bagian ini membawahi tiga bagian yang lain, yaitu bagian Quality Control, Bagian Penggendalian Dokumen dan Bagian Pembinaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

2.5.4.1. Ka.Sub Quality Control
           
a.       Membuat persiapan pelaksanaan yang akan dilakukan, pemeriksaan rutin barang yang dating, barang dalam proses, dan barang jadi.
b.      Mengendalikan alat pemeriksa, alat ukur dan alat uji, membuat laporan-laporan pemeriksaan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi terhadap mutu produk yang dibuat oleh perusahaan.

2.5.4.2. Ka.Sub. Pusat Pengendalian Dokumen

a.       Mencatat, menerima, dan mendistribusikan dokumen PPD baik dalam DIDI (Daftar Induk Dokumen Internal) atau DIDE (Daftar Induk Dokumen Eksternal)
b.      Meningkatkan mutu pelayanan dengan cepat dan tepat.
c.       Memberikan Second opinion untuk meningkatkan responsibility sitem mutu ISO 14001:2004 di Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.

2.5.4.3. Ka.Sub. Pembinaan Kesehatan dan Keselamaran Kerja

a.       Melakukan pengawasan dan pemeriksaan berkala terhadap kondisi alat-alat Bantu angkat/ angkut dan pemakaian alat pelindung diri yang telah disediakan dengan tepat dan benar.
           
b.      Membuat tanda-tanda sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan laporan kerja yang berkaitan dengan evaluasi dan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
           
c.       Memberilan pelatihan rutin tentang fungsi dan manfaat kesehatan dan keselamatan kerja dan memberikan pertolongan pertama terhadap tenaga kerja yang mengalami kecelkaan.