SISTEM MANAJEMEN
KESELAMATAN KERJA (K3)
LAPORAN
Disusun sebagai petanggungjawaban dalam melaksanakan Praktek Kerja Industri
Oleh:
RENTRA RAMADITA
NIS: 0810086
KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK MESIN PRODUKSI
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7SEMARANG
2011
LEMBAR PENGESAHAN INDUSTRI
Laporan dengan judul Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ditulis oleh Rentra Ramadita ini telah diperikasa oleh Pembimbing Lapangan dan telah disahkan oleh ………..
Pada Tanggal : 31 Desember 2011
Di : Semarang
Pembimbing,
AGUS HIDAYAT
PT. AMARTA KARYA (Persero)
Rukhiyat Mulyadi
Kep. Bag 1 Semarang
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH
Laporan dengan judul Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ditulis oleh Rentra Ramadita ini telah diperikasa oleh Guru Pembimbing dan telah disahkan oleh Sekolah.
Pada Tanggal : 02 Januari 2012
Di : Semarang
Ketua Kompetensi Keahlian, Guru Pembimbing,
Drs. Harto Yudhi Prasetya, S.pd
Kepala SMK Negeri 7 Semarang,
Drs.EDI DRAJAT WIARTO, M.Pd.
NIP. 196109251988031007
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya, maka penulis dapat menyelesaikan laporan inidengan baik. Selama melaksanakan Praktek Kerja Industri maupun proses penyususunan laporannya, Penulis mengalami berbagai kendala dan hambatan, namun berkat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, maka pada akhirya penulis dapat mengatasinya. Maka dari itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada :
1. Kepala Bagian Produksi Semarang, yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan Praktek Kerja Industri.
2. Kepala SMK N 7 Semarang, yang telah memberi ijin kepada penulis untuk melaksankan Praktek Kerja Industri.
3. Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan, yang selalu memberikan motivasi dan pengarahannya kepada penulis selama melaksanakan Praktek kerja Industri maupun selama penyusunan Laporan.
4. Semua pihak yang telah membantu penulis, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa Laporan ini masih terdapat kekurangannya, maka dari
itu segala kritik dan saran yang membangun akan diterima dengan senang hati.
Semoga Laporan yang sederhana ini bermanfaat bagi almameter, Civitas SMK Negeri 7 Semarang, maupun para pembaca pada umumnya.
Semarang,…… Januari 2012
Rentra Ramadita
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Praktek Kerja Industri
Latar belakang penulis melakukan praktek kerja industri adalah kewajiban yang harus penulis kerjakan karena penulis sudah memasuki semester ke-7 atau kelas 4 ( empat ). Kewajiban tersebut diberlakukan sebagai kebijaksanaan dari “link and match” dalam prosesnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu di sekolah dan di sunia usaha / industri ( DU / DI ).
Prakerin juga dilaksanakatan dalam rangka peningkatan mutu tamatan SMK Negeri 7 Semarang guna mencapai tujuan relevansi pendidikan sebagai tuntutan kebutuhan kerja setelah lulus dari SMK Negeri 7 Semarang
.
1.2.Tujuan Praktek Kerja Industri
Tujuan penulis melaksanakan praktek kerja industri adalah :
1. Agar penulis mampu mengenal lingkungan dan manajemen kerja secara langsung.
2. Agar penulis dapat Menerapkan keprofesionalan dalam dunia kerja.
3. Agar penulis dapat berkembang setelah menerima teori kejuruan yang telah diterima di sekolah.
1.3. Tujuan Penulisan Laporan
Dalam melaksanakan program semester tujuh siswa tidak hanya melaksanakan praktek kerja industry, namun juga memiliki tugas lain yaitu membuat laporan berkaitan dengan pendidikan.
Adapun tujuan pembuatan laporan yaitu sebagai berikut:
a) Melaporakan semua kegiatan yang dilakukan siswa selama bekerja di industry.
b) Melaporkan semua data-data yang diperoleh di industry selama praktek industry
c) Sebagai salah satu syarat kelulusan di SMK Negeri 7 (STM Pembangunan) Semarang
d) Untuk mendokumentasikan pengetahuan yang telah diperoleh dari industry agar bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.
1.4. Alasan Pemilihan Judul
Penulis memberi judul “Sistem Manajemen K3 (SMK3)“ karena dalam kegiatan prakerin penulis belajar dan bekerja bagaimana mengembangan, menerapan, mencapai, mengkaji dan memelihara kewajiban K3, dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produkatif.
1.5. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah yang penulis laporkan adalah bagaimana meminimal mungkin kecelakaan kerja. Pembatasan masalah diberlakukan karena sebagai ruang lingkup penjelasan yang ada di dalam laporan ini. Pembatasan masalah juga di berlakukan karena untuk membatasi maksud dan hal yang bertentangan.
1.6. Metode Pengumpulan Data
Dalam membuat laporan prakerin ini penulis menggunakan beberapa metode untuk menyusunnya menjadi sebuah laporan. Berikut beberapa metode pengumpulan data yang penulis gunakan :
· Metode Observasi Parsitipatip
Penulis menggunakan metode ini dengan cara melakukan pengecekan.setiap hari di area kerja Workshop sesuai Sistem Manajemen K3.
· Metode Dokumentasi
Penulis sengaja mendokumentasikan supaya memudahkan pembaca untuk lebih memahami Sistem Manajemen K3.
· Metode Demontrasi
Penulis melakukan metode demontrasi ini supaya lebih memahami Sistem manajemen K3 (SMK3).
Metode ini menggunakan media internet dan dari buku – buku bacaan mengenai routerisasi karena mudah untuk dipelajari dan dipahami untuk memulai pembuatan laporan.
· Metode literatur
Metode literarur yang digunakan penulis dengan mengumpulkan dan membaca beberapa pokok bahasan di dalam buku peraturan menteri republik indonesia tentang Sitem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
· Metode Interview
Metode interview memudahkan penulis dalam memahami bacaan dan media tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3) dengan cara tanya jawab dengan pebimbing.
Metode ini dilakukan karena penulis sadar betul belum mampu mengerjakan tanpa bimbingan dan arahan dari berbagai pihak.
1.7. Sistematika Penulisan Laporan
Laporan praktek kerja industri ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab I berisi tentang tinjauan pembuatan laporan. Berisi tentang latar belakang penulis melakukan prakerin dan pembuatan laporan, alasan penulis memilih judul laporan dan pembatasan masalah tentang judul laporan.
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
Bab II berisi tentang tinjauan instansi yang penullis tempati sebagai tempat prakerin. Struktur manajemenisasi di instansi dan berisi tentang lokasi instansi.
BAB III TINJAUAN TEKNIK
Bab III berisi tentang dasar-dasar
BAB IV SISTEM MANAJEMAN K3
Bab IV berisi tentang pembahasan tentang struktur, organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian. Pengkajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
BAB V PENUTUP
Bab V berisi tentang kesimpulan laporan dan beberapa saran dan kritik dari penulis
LAMPIRAN
Di halaman lampiran ini berisikan catatan dari penulis selama prakerin dan sertifikat dai industri
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN / INDUSTRI
2.1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan bermula dari penggabungan dua perusahaan di Semarang yaitu N.V Lindeteves Stokvis dan Fa.De Vries Robbe dan menjadi satu dengan nama N.V Construtic Werk Piaatsen De Vries Robbe Lindeteves disngkat dengan Robbe Linde & Co. yang bergerak dalam bidang fabrikasi konstruksi baja. Produk yang dihasilkan antara lain peralatan pertanian seperti cangkul, sabit, roda bajak, dan lain-lain.
Pada tahun 1962 perusahaan dinasionalkan menjadi di nasionalisasikan menjadi perusahaan negara dengan nama P.N Amarta Karya dengan bidang usaha yang sama. Pada tahun 1972 status P.N Amarta Karya diubah menjadi perusahaan perseroaan (persero). PT Amarta Karya yang berkedudukan di Jakarta. Sejak saat itu perusahaan meluaskan bidang usahanya ke bidang kontruksi sipil, elektrikal, dan mekanikal. Disamping konstruksi baja yang sejak awal sudah merupakan core business-nya.
Departemen Pekerjaan Umum (DPU) mengarahkan agar PT Amarta Karya memfokuskan diri dalam bidang usaha fabrikasi peralatan dan konstruksi baja yang sudah menjadi ciri khas PT Amarta Karya. Dalam upaya memenuhi kepuasan pelanggan, maka PT Amarta Karya melakukan Rekonstrukturisasi di berbagai aspek perusahaan seperti, sumber daya manusia, peralatan, system manajemen mutu dan mendapatkan sertifikasi ISO 14001:2004/ SNI 19-14001:2005 pada bulan Juli 2005.
2.2. Bidang Usaha
PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang mempunyai bidang usaha pokok yaitu fabrikasi konstruksi yang berfokus pada konstruksi baja dan peralatan. Bidang konstruksi baja yang telah dilaksanakan oleh PT Amarta Karya (Persero) antara lain:
1. Struktur Jembatan dan Perlengkapan Jalan
Proyek-proyek yang berhubungan dengan struktur jembatan dan perlengkapan jalan antara lain:
- Jembatan Rangka Baja
- Jembatan Gantung
- Guard Rail
- Deck Plate Jembatan
2. Struktur Bagunan dan Sarana Pemukiman
Proyek-proyek yang berhubungan dengan struktur bangunan dan sarana pemukiman antara lain:
- Hangger
- Bangunan Pabrik dan Gudang
- Rangka Baja Masjid
- Instalasi Pengolahan Air (IPA)
- Rangka Baja Rumah Sangat Sederhana
3. Struktur Bangunan Air dan Energi
Struktur Bangunan Air dan Energi yang dihasilkan antara lain:
- Pintu Air Sorong
- Pintu Air Radial
- Pipa Pesat Baja untuk PLTA
- Aquaduck untuk saluran primer irigasi
- Waduk
2.3. Lokasi Perusahaan
PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang sebagai perusahaan fabrikasi konstruksi baja terletak di:
1. Lokasi : Jalan Mpu Tantular No. 36-52 Semarang
2. Luas Area : 23.425m2
3. Kantor : 925m2
4.Workshop : 14.675m2
2.4 Struktur Organisasi
“Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, menggelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas dan pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efesien (T. Hani Handoko, 1995:168)”. Struktur organisasi adalah gambaran secara tentang hubungan kerjasama dan orang-orang yang terdapat dalam suatu badan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang sama.
Struktur organisasi PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang berbentuk piramid dengan menggunakan struktur garis. Individu-individu dalam departemen mempunyai hubungan pelaporan dan kewenangan apabila berada dalam satu garis sruktural sehingga kesatuan perintah akan dapat terjamin dengan baik. Gambar struktur organisasi PT Amarta Karya (Persero) Divisi Fabriksasi dan Peralatan Semarang dapat di lihat di gambar.
2.5. Tugas dan Wewenang
Setiap bagian yang ada di dalam struktur organisasi, masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian adalah sebagai adalah sebagai berikut:
2.5.1. Kepala Divisi Fabrikasi Semarang
a. Mengadakan pembagian tugas di Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang
b. Menentukan kebijakan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang sesuai dengan kebijakan yang di tetapkan kantor pusat.
c. Bertanggung jawab atas kekayaan Divisi Fabrikasi dan Peralatan dan Pelaksanaan ISO 14001:2004 di lingkungan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
d. Mengatur agar operasi Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang berjalan dengan baik dan lancer.
2.5.2. Bagian Administrasi dan Keuangan
a. Membantu Kepala Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dalam menyusun dalam menyusun RKAT.
b. Merencanakan, Melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pelatihan..
c. Mengatur dan membayar biaya operasional Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
d. Melaksanakan pembukuan transaksi keuangan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang secara akurat dengan program GL akutansi dan back up disampaikan ke kantor pusat pada tanggal 10 setiap bulannya.
e. Membuat berita acara opname kas Divisi Fabrikasi Semarang secara priodik untuk dilaporkan ke kantor pusat dan mengendalikan rekaman mutu dengan kegiatannya.
f. Menyetujui dan menolak permohonan dana dari staf-staf Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
g. Membentuk tim dibidangnya dan bertindak sebagai fasilisator dalam rangka program tindakan dan pencegahan.
h. bertanggungjawab atas masalah-masalah personalia dan umum, biaya pelaksanaan overhead pabrik, pembukuan transaksi operasional divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dan Proyek-proyek dengan akurat dan tepat, terjaminnya waktu penyampaian berkas tagihan, realisasi pembayaran Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dan pelaksanaan ISO 14001:2004 difungsi kerjanya.
Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan membawahi tiga Sub Bagian yaitu Sub Bagian Umum, Sub Bagian Pengendalian Biaya,dan Sub Bagian Akutansi dan Keuangan. Sub-sub Bagian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
2.5.2.1. Bagian Personalia dan Umum
a. Melakukan analisa dan evaluasi kebutuhan pelatihan karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Menangani Kesekretariatan berupa surat menyurat dan pelayanan telepon, internet, facsimile, alat komunikasi, administrasi datasering, cuti karyawan, perjalanan dinas, dan memonitor waktu pelaksanaan.
c. Membuat surat panggilan tes, melaksanakan seleksi awal dan atas permintaan Biro Personalia dan Umum (BPU) membuat surat panggilan masuk kerja, mengusulkan pengangkatan serta pemberhentian pegawai, daftar gaji pegawai termasuk PPh pasal 21, premi asuransi dan membuat laporan personalia ke kantor pusat untuk setiap bulan pada tanggal 10.
d. Mengatur penggunaan kendaraan dinas dan fasilitas umum lainnya serta mengurus biaya-biaya yang menjadi kewajiban perusahaan.
e. Melaksanakan pengurusan surat-surat izin untuk perusahaan ke intansi terkait.
2.5.2.2. Bagian Akutansi dan Keuangan
a. Melakukan monitoring dan tanggungjawab pada Bank, membuat Rekonsilisasi, menyimpan dana kas dana kas dan bank secara cermat serta aman.
b. Mencatat saldo kas dan Bank setiap hari sehingga posisi keuangan dapat dimonitor setiap saat, melakukan verifikasi bukti-bukti pembayaran kepada sub kontraktor dan rekanan.
c. Membuat kartu persediaan dan melakukan opname fisik minimal satu kali setahun dan melaksanakan pemindahan dana dari Divisi Semarang ke kantor pusat sesuai aturan yang berlaku.
d. Mengendalikan biaya-biaya tetap sesuai dengan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan) dan membuat laporan keuangan bulanan.
e. Menyiapkan dokumen prakualifikasi/ tender yang menyangkut bidang keuangan bila di minta.
2.5.2.3. Bagian Pengendalian Biaya
a. Mengendalikan biaya berdasarkan RKAT dan membuat laporan manajemen setiap bulan sekali.
b. Memonitor jumlah peralatan/ mesin yang dipakai pada tiap-tipa proyek, menyiapkan data untuk keperluan RKAT dan mengendalikan biaya-biaya tetep sesuai dengan RKAT.
2.5.3 Kepala Bagian Operasi
a. Memimpin dan mengelola jalannnya produksi mulai dari bahan mentah sampai barang jadi.
b. Melakukan perencanaan atas produk yang akan dibuat dan bertanggungjawab atas penggunaan alat/mesin produksi.
c. Mengkoordinasi pelaksanaan pengadaan barang untuk keperluan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang dan pengembangan produk perusahaan.
d. Bertanggungjawab atas kelancaran dan keberhasilan tugas yang dibebankan kepada bagian pengadaan dan inventori control dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan ISO 9001 di unit kerjanya.
Kepala bagian operasi membawahi empat Sub Bagian Produksi, yaitu Sub Bagian Maintance, Sub Bagian Perencanaan Pelaksanaan dan Produksi dan Bagian Pengadaan dan Inventory control. Sub-sub tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
2.5.3.1. Ka.Sub. Bagian Produksi
a. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan proses fabrikasi sesuai dengan job order yang diberikan oleh bagian perencanaan produksi, mutu fabrikasi, jadwal fabrikasi yang diberikan oleh perencanaan produksi dan jadwal penggunaan tenaga kerja dan alat/ mesin yang diajukan oleh perencanaan produksi.
b. Membuat laporan harian produksi dan progress mingguan fabrikasi.
2.5.3.2 Ka.Sub.Bagian Perencanaan, Pelaksanaan, dan Produksi
a. Merencanakan lay out mesin sesuai dengan jenis proyek.
b. Menentukan jumlah kebutuhan dan spesifikasi bahan baku dan bahan supplies, jumlah kebutuhan alat/ mesin dan tenaga kerja produksi, kebutuhan biaya overhead pabrik dan jadwal penggadaan bahan baku dan bahan supplies.
c. Bertanggungjawab dalam pembuatan job order dan progress proyek.
d. Membuat jadwal pengadaan mesin/ alat, jadwal pelaksanaan fabrikasi dan jadwal pengiriman barang.
2.5.3.3. Ka.Sub. Bagian Maintenance
a. Pelaksanaan Lay out mesin sesuai dengan yang direncanakan oleh perencanaan produksi, bertanggungjawab atas perawatan dan perbaikan mesin/ alat produksi.
b. Bertanggungjawab dalam penanganan bahan, barang, dalam proses dan barang jadi.
2.5.3.4. Ka.Sub. Bagian Pengadaan dan Inventory Control
a. Mengevaluasi stock bahan baku dan bahan supplies di gudang.
b. Bertanggungjawab terhadap pengadaan, spesifikasi dan jadwal kedatangan bahan supplies yang diajukan oleh perencanaan produksi dan pengendalian bahan, pengiriman barang jadi ke pihak pemberi kerja/ pemesan.
c. Melakukan evaluasi terhadap sub kontraktor dan rekanan/ supplier dan memuat daftar rekanan terseleksi.
2.5.4 Kepala Bagian Quality Assurance/ Quality Control
a. Melakukan pengawasan terhadap kualitas produk yang dihasilkan, perencanaan untuk menentukan langkah-langkah dalam memperlancar proses penyelenggaraan sitem ISO 14001:2004 di Divisi Kerja Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
b. Bertangungjawab atas hasil dari pemeriksaan barang yang datang, barang dalam proses dan barang jadi.
c. Memberikan evaluasi terhadap hasil dari pelatihan keselamatan kerja karyawan di lingkungan Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
Bagian ini membawahi tiga bagian yang lain, yaitu bagian Quality Control, Bagian Penggendalian Dokumen dan Bagian Pembinaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
2.5.4.1. Ka.Sub Quality Control
a. Membuat persiapan pelaksanaan yang akan dilakukan, pemeriksaan rutin barang yang dating, barang dalam proses, dan barang jadi.
b. Mengendalikan alat pemeriksa, alat ukur dan alat uji, membuat laporan-laporan pemeriksaan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi terhadap mutu produk yang dibuat oleh perusahaan.
2.5.4.2. Ka.Sub. Pusat Pengendalian Dokumen
a. Mencatat, menerima, dan mendistribusikan dokumen PPD baik dalam DIDI (Daftar Induk Dokumen Internal) atau DIDE (Daftar Induk Dokumen Eksternal)
b. Meningkatkan mutu pelayanan dengan cepat dan tepat.
c. Memberikan Second opinion untuk meningkatkan responsibility sitem mutu ISO 14001:2004 di Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
2.5.4.3. Ka.Sub. Pembinaan Kesehatan dan Keselamaran Kerja
a. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan berkala terhadap kondisi alat-alat Bantu angkat/ angkut dan pemakaian alat pelindung diri yang telah disediakan dengan tepat dan benar.
b. Membuat tanda-tanda sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan laporan kerja yang berkaitan dengan evaluasi dan pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja di Divisi Fabrikasi dan Peralatan Semarang.
c. Memberilan pelatihan rutin tentang fungsi dan manfaat kesehatan dan keselamatan kerja dan memberikan pertolongan pertama terhadap tenaga kerja yang mengalami kecelkaan.